Modul Ajar: Dasar-Dasar Desain Komunikasi Visual (DKV) – Elemen: Sketsa dan Ilustrasi
1. Capaian Pembelajaran
Deskripsi: Siswa mampu memahami dan mengaplikasikan teknik dasar sketsa dan ilustrasi sebagai bagian dari proses kreatif dalam desain komunikasi visual. Mereka dapat menghasilkan sketsa yang komunikatif dan ilustrasi yang memperkuat pesan visual dalam berbagai media.
2. Tujuan Pembelajaran
– Siswa mampu memahami konsep dasar sketsa dan ilustrasi.
– Siswa mampu menghasilkan sketsa awal dari konsep yang diangkat.
– Siswa mampu mengembangkan sketsa menjadi ilustrasi yang lebih detail.
– Siswa mampu menerapkan prinsip desain dalam pembuatan sketsa dan ilustrasi.
– Siswa mampu menggunakan alat dan bahan dengan tepat untuk membuat sketsa dan ilustrasi.
3. Alur Tujuan Pembelajaran
– Minggu 1-2: Pengantar sketsa dan ilustrasi – Konsep dasar, fungsi, dan jenis-jenis sketsa.
– Minggu 3-4: Teknik dasar sketsa – Latihan membuat sketsa sederhana (garis, bentuk dasar, shading).
– Minggu 5-6: Pengembangan sketsa menjadi ilustrasi – Detail dan komposisi dalam ilustrasi.
– Minggu 7-8: Aplikasi sketsa dan ilustrasi dalam desain komunikasi visual – Studi kasus dan proyek.
– Minggu 9-10: Penilaian dan presentasi hasil karya.
4. Profil Pelajar Pancasila
– Berkebhinekaan Global: Siswa menunjukkan penghargaan terhadap keragaman budaya dalam karya sketsa dan ilustrasi.
– Kreatif: Siswa mampu mengembangkan ide-ide kreatif melalui proses sketsa dan ilustrasi.
– Mandiri: Siswa menunjukkan inisiatif dan kepercayaan diri dalam mengeksplorasi teknik sketsa dan ilustrasi.
5. Pertanyaan Pemantik
– Mengapa sketsa penting dalam proses desain?
– Bagaimana sketsa dapat membantu mengomunikasikan ide awal dari sebuah proyek desain?
– Apa perbedaan antara sketsa dan ilustrasi?
6. Alat dan Bahan
– Pensil berbagai jenis (H, HB, 2B, dll.)
– Kertas sketsa (A3/A4)
– Penghapus, penggaris, dan blender stumps
– Software digital (opsional, seperti Adobe Illustrator)
7. Aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja
– Pastikan meja kerja bersih dan rapi untuk menghindari kecelakaan.
– Gunakan penghapus dan alat gambar lainnya dengan hati-hati agar tidak melukai tangan.
– Jika menggunakan perangkat digital, istirahatkan mata setiap 30 menit.
8. Kegiatan Pembelajaran (Model PJBL)
Sintak PJBL:
1. Penentuan Pertanyaan Mendasar: Siswa dibagi dalam kelompok dan diberikan sebuah topik untuk dikembangkan menjadi sebuah proyek ilustrasi. Pertanyaan mendasar adalah: “Bagaimana Anda dapat menggambarkan cerita lokal melalui ilustrasi?”
2. Menyusun Rencana Proyek: Siswa merencanakan tahapan pembuatan sketsa hingga ilustrasi akhir, termasuk alat dan bahan yang diperlukan.
3. Menyelidiki Proyek: Siswa mengumpulkan referensi visual, membuat sketsa awal, dan menerima umpan balik dari guru dan teman sebaya.
4. Membuat Prototipe: Siswa mulai membuat ilustrasi berdasarkan sketsa yang telah dibuat. Proses ini melibatkan revisi dan pengembangan detail.
5. Menguji Prototipe: Ilustrasi yang dihasilkan dipresentasikan dan dievaluasi oleh kelompok lain untuk menerima kritik dan saran.
6. Menyempurnakan Produk: Berdasarkan umpan balik, siswa menyempurnakan ilustrasi dan menyiapkan untuk finalisasi.
7. Presentasi Produk Akhir: Siswa mempresentasikan hasil akhir ilustrasi mereka di depan kelas dan menerima penilaian.
Diagram/Gambar
Diagram alur dari konsep sketsa awal hingga ilustrasi akhir yang menunjukkan setiap tahap proses kreatif.
9. Asesmen
Lembar Kriteria Ketuntasan Tujuan Pembelajaran:
1. Pemahaman Konsep: Siswa dapat menjelaskan konsep dasar sketsa dan ilustrasi (nilai 20%).
2. Teknik Sketsa: Siswa mampu mengaplikasikan teknik sketsa dengan baik (nilai 30%).
3. Pengembangan Ilustrasi: Siswa menunjukkan kemampuan dalam mengembangkan sketsa menjadi ilustrasi (nilai 30%).
4. Kreativitas: Karya siswa menunjukkan kreativitas dan orisinalitas (nilai 20%).
Instrumen Penilaian: Rubrik penilaian dengan skala 1-5 untuk masing-masing kriteria di atas.
10. Refleksi dan Catatan
Siswa menulis refleksi tentang proses pembuatan sketsa dan ilustrasi, tantangan yang dihadapi, dan pembelajaran yang diperoleh.
Guru mencatat perkembangan siswa dan memberikan catatan perbaikan yang perlu dilakukan pada pertemuan berikutnya.
11. Contoh Modul Ajar dan Ice Breaking
Ice Breaking:
“Gambar Cepat”: Siswa diberikan kata acak (misalnya “Kucing”, “Sepeda”, “Pohon”) dan mereka harus membuat sketsa cepat selama 5 menit. Ini untuk menghangatkan suasana dan melatih kecepatan berpikir visual mereka.
Contoh Modul Ajar:
Pertemuan 1: Pengantar konsep sketsa dan ilustrasi. Membahas jenis-jenis sketsa. Latihan: Membuat sketsa cepat dari objek sehari-hari.
Pertemuan 2: Teknik dasar sketsa (garis, bentuk dasar). Latihan: Membuat sketsa dengan fokus pada proporsi dan perspektif.
12. Soal Latihan dan Kunci Jawaban
1. Soal: Apa perbedaan utama antara sketsa dan ilustrasi?
Jawaban: Sketsa adalah gambar cepat atau kasar yang digunakan untuk mengembangkan ide atau konsep, sedangkan ilustrasi adalah gambar yang lebih rinci dan final yang digunakan untuk memperkuat pesan atau narasi.
2. Soal: Sebutkan tiga teknik dasar dalam membuat sketsa.
Jawaban: Garis, bentuk dasar, dan shading.
3. Soal: Bagaimana Anda dapat mengembangkan sketsa menjadi sebuah ilustrasi?
Jawaban: Dengan menambahkan detail, tekstur, dan warna, serta mempertimbangkan komposisi dan elemen desain lainnya.
4. Soal: Mengapa penting untuk membuat sketsa sebelum melakukan ilustrasi akhir?
Jawaban: Sketsa membantu memvisualisasikan ide, memperbaiki kesalahan, dan merencanakan komposisi sebelum membuat ilustrasi final.
5. Soal: Sebutkan dua alat yang biasa digunakan dalam sketsa manual dan dua alat dalam sketsa digital.
Jawaban: Alat manual: Pensil dan kertas. Alat digital: Tablet grafis dan software desain.
13. Contoh Pembelajaran Diferensiasi
1. Visual Learners: Siswa ini diberikan lebih banyak referensi visual dan diminta untuk meniru atau memodifikasi gambar yang ada untuk memahami teknik sketsa.
2. Kinesthetic Learners: Siswa ini diberi kesempatan untuk bekerja dengan tangan mereka, seperti menggunakan teknik menggambar langsung di papan atau melakukan proyek 3D sederhana yang melibatkan gambar.
3. Auditory Learners: Siswa ini dapat memanfaatkan penjelasan verbal dan diskusi dalam kelompok untuk memahami konsep sketsa dan ilustrasi. Misalnya, mereka dapat mendengarkan penjelasan atau podcast tentang seniman dan proses kreatif mereka.
Diagram alur yang menunjukkan setiap tahap dari konsep sketsa awal hingga ilustrasi akhir, dengan penjelasan rinci mengenai apa yang dilakukan, alasan di balik setiap langkah, alat yang digunakan, suasana yang diinginkan, serta deskripsi detail dari setiap adegan dalam format gambar landscape (16:9).
