

Upacara Hari Senin SMK Negeri 1 Gesi: Menanamkan Sikap Hormat kepada Orang Tua dan Guru
Gesi, 21 September 2026 — SMK Negeri 1 Gesi melaksanakan upacara bendera pada Senin, 21 September 2026. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh peserta didik dan warga sekolah sebagai bagian dari pembiasaan kedisiplinan serta penguatan karakter pelajar.
Dalam upacara tersebut, Bapak Yanto, S.Pd.I., M.Pd.I. bertindak sebagai pembina upacara. Dalam amanatnya, Bapak Yanto, S.Pd.I., M.Pd.I. menyampaikan pentingnya mengamalkan Ikrar Pelajar Indonesia, khususnya poin kedua tentang menghormati orang tua dan poin ketiga tentang menghormati guru.
Pentingnya Menghormati dan Mendoakan Orang Tua
Dalam amanatnya, Bapak Yanto, S.Pd.I., M.Pd.I. mengingatkan kepada seluruh peserta didik agar senantiasa menghormati orang tua. Menurut beliau, menghormati orang tua tidak hanya diwujudkan melalui perkataan, tetapi juga melalui sikap dan tindakan sehari-hari.
Bapak Yanto, S.Pd.I., M.Pd.I. juga menyampaikan bahwa peserta didik hendaknya selalu mendoakan kedua orang tua. Doa untuk orang tua tidak harus dilakukan hanya ketika sedang beribadah, tetapi dapat dilakukan kapan pun ketika memiliki waktu senggang.
Pesan tersebut menjadi pengingat bagi peserta didik bahwa orang tua merupakan sosok yang memiliki peran besar dalam perjalanan kehidupan dan pendidikan mereka. Oleh karena itu, menghormati, menyayangi, serta mendoakan orang tua merupakan bentuk nyata dari rasa terima kasih atas segala perjuangan dan pengorbanan mereka.
Belajar dari Perjalanan Lamine Yamal
Untuk memberikan gambaran kepada peserta didik, Bapak Yanto, S.Pd.I., M.Pd.I. juga mengangkat kisah perjalanan Lamine Yamal, pesepak bola muda asal Spanyol.
Lamine Yamal lahir di Esplugues de Llobregat, Spanyol, dan tumbuh di lingkungan Rocafonda, Mataró. Ia berasal dari keluarga dengan latar belakang imigran. Ayahnya, Mounir Nasraoui, berasal dari Maroko, sedangkan ibunya, Sheila Ebana, berasal dari Guinea Khatulistiwa.
Sejak kecil, Yamal telah menunjukkan bakat dalam sepak bola. Bakat tersebut kemudian membawanya bergabung dengan akademi La Masia milik FC Barcelona ketika masih berusia tujuh tahun. Ia terus berkembang melalui berbagai kelompok usia hingga akhirnya mendapat kesempatan memperkuat tim utama Barcelona.
Pada 29 April 2023, Yamal melakukan debut bersama tim utama Barcelona ketika masih berusia 15 tahun, menjadikannya salah satu pemain termuda yang pernah tampil untuk klub tersebut. Perjalanannya kemudian terus berkembang hingga ia menjadi bagian dari tim nasional Spanyol.
Kisah perjalanan Lamine Yamal menunjukkan bahwa latar belakang kehidupan bukanlah satu-satunya penentu masa depan seseorang. Dengan kerja keras, kesempatan, dukungan keluarga, dan proses yang panjang, seseorang dapat berkembang dan mencapai prestasi.
Yang tidak kalah penting, perjalanan Yamal juga menjadi pengingat mengenai peran keluarga dalam mendukung perkembangan seorang anak. Dari lingkungan keluarga dan tempat ia tumbuh, Yamal terus membawa bagian dari masa lalunya dalam perjalanan kariernya.
Bapak Yanto, S.Pd.I., M.Pd.I. menggunakan kisah tersebut sebagai penguatan pesan kepada peserta didik agar tidak melupakan orang tua ketika kelak mencapai keberhasilan. Kesuksesan yang diraih hendaknya tetap disertai rasa hormat dan terima kasih kepada orang-orang yang telah mendukung perjalanan hidup.
Menghormati Guru
Selain menghormati orang tua, Bapak Yanto, S.Pd.I., M.Pd.I. juga menekankan pentingnya menghormati guru sebagaimana tercantum dalam poin ketiga Ikrar Pelajar Indonesia.
Menurut beliau, guru memiliki peran penting dalam memberikan ilmu, membimbing, serta mendampingi peserta didik selama berada di lingkungan sekolah. Sikap menghormati guru dapat diwujudkan melalui hal-hal sederhana, seperti berbicara dengan sopan, mendengarkan ketika guru menyampaikan materi, menaati tata tertib, serta menghargai nasihat dan arahan guru.
Penghormatan kepada guru juga merupakan bagian dari pembentukan karakter. Dengan membiasakan sikap sopan dan menghargai orang lain, peserta didik diharapkan mampu menerapkan nilai-nilai tersebut tidak hanya di sekolah, tetapi juga di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Melalui amanat yang disampaikan Bapak Yanto, S.Pd.I., M.Pd.I., upacara hari Senin tidak hanya menjadi kegiatan rutin, tetapi juga menjadi momentum untuk mengingat kembali nilai-nilai yang penting dalam kehidupan seorang pelajar.
Menghormati orang tua, menghargai guru, serta terus berusaha menjadi pribadi yang berkarakter merupakan bagian penting dalam perjalanan peserta didik menuju masa depan.